Kamis, 27 Oktober 2016

Tugas Sistem Berbasis Pengetahuan

Tugas Program Prolog :

Script Program :


Output Program yang diminta :

1. Obat apa yang bisa menyembuhkan cough dan nasal congestion ?

      2.  Obat apa yang bisa menyembuhkan batuk jika pasien mempunyai gejala penyakit diabetes dan 
          glaucuma ?

      3. Obat apa yang bisa menyembuhkan nausea ? Pasien tersebut menderita penyakit apa ?

      4. Apa yang bisa menyembuhkan pilek ?

      5. Apa yang dapat menyembuhkan pilek dapat menyembuhkan hidung yang sakit ?

6    6.  Obat apa yang bisa diminum jika pasien menderita penyakit ashtma ? obat tersebut juga dapat      
          diminum dalam kondisi apa ?

      7. Obat yang dapat digunakan juga sebagai pain killer ?

      8. Obat apa yang harus diminum oleh john ?

Jumat, 14 Oktober 2016

Ciri Ciri Soft Computing

Ciri ciri Soft Computing :

Bagian-bagian dari Soft Computing sendiri adalah :
a.      Sistem Fuzzy (Fuzzy System / FS)
b.      Jaringan Syaraf (Neural Networks / NN)
c.       Penalaran Probabilistik (Probabilistic Reasoning / PR)
d.     Evolutionary Computing (EC)
e.      Machine Learning (ML)

1. Sistem Fuzzy (Fuzzy System / FS)
Fuzzy Logic merupakan suatu representasi dari pengetahuan yang direkonstruksi dengan if-then rules. Sederhananya, Fuzzy Logic adalah suatu metode untuk mengontrol sesuatu. Misalnya rekonstruksi if-then, "Jika cuaca panas, Maka turunkan suhu AC". Disinilah Fuzzy Logic berperan dalam Teknologi Komputer nantinya.
contoh :
1. Pengontrol kereta bawah tanah disendai, Jepang.
2. Pengatur mekanisme otofocus pada kamera
3. Sistem pengeraman mobil (nissan)
4. Penghematan konsumsi daya listrik pada AC
5. Otomatisasi kecepatan putar mesin cuci terhadap tebal-tipis atau banyak-sedikit jenis pakaian dalam mesin cuci
6. Penentuan prestasi mahasiswa berdasarkan great IPK
7. Kontrol jumlah produksi barang berdasarkan permintaan konsumen
8. Penentuan karyawan terbaik berdasarkan indeks kinerja
9. Kontrol kecepatan kendaraan berdasarkan cuaca terkini

2. Jaringan Syaraf (Neural Networks / NN)
Kompleksnya pikiran manusia juga merupakan masa depan dari komputer yang menggunakan Soft Computing. Neural Networks adalah tiruan dari jaringan saraf-saraf manusia yang terhubung dan membentuk sistem. Jadi metode ini ditujukan untuk meniru saraf manusia yang kompleks dan dapat menyimpan memori.
contoh : 
a. Pengenalan Pola (pattern Recognition)
Jaringan syaraf tiruan dapat dipakai untuk mengenali pola (misal huruf, angka, suara atau tanda tangan) yang sudah sedikit berubah. Hal ini mirip dengan otak manusia yang masih mampu mengenali orang yang sudah beberapa waktu tidak di jumpainya (mungkin wajah/bentuk tubuhnya sudah sedikit berubah).
b. Signal Processing
Jaringan syaraf tiruan (model ADALINE) dapat dipakai unuk menekan noise dalam saluran telepon
c. Peramalan
Jaringan syaraf tiruan juga dapat dipakai untuk meramalkan apa yang sudah terjadi di masa yang akan datang berdasarkan pola kejadian yang ada di masa lampau. Ini dapat dilakukan mengingat kemampuan jaringan syaraf tiruan untuk mengingat dan membuat generalisasi dari apa yang sudah ada sebelumnya.

3. Penalaran Probabilistik (Probabilistic Reasoning / PR)
Probabilistic Reasoning adalah metode Soft Computing juga untuk membuat komputer atau suatu device mengambil keputusan layaknya makhluk hidup. Jadi, dari semua data-data yang sudah dimiliki, metode ini memberikan pola-pola tertentu untuk mengambil keputusan.
contoh :
1. Sebagai pencari nilai optimal suatu fungsi/permasalahan
2. Seagai penalaran suatu penyakit
3.  dapat menganalisis suatu sistem permasalahan dan melakukan pengambilan keputusan.

4. Evolutionary Computing (EC)
Evolutionary computation merupakan suatu wilayah ilmu komputer yang menggunakan pola pikir dari konsep dan prinsip dasar dari evolusi alam, yaitu prinsip seleksi alam Darwinisme, sebagai inspirasi dalam perancangan metode komputasi. Dalam proses seleksi alam, siap yang kuat (yang bisa beradaptasi) dialah yang bisa bertahan. Ternyata ide ini telah berkembang sejak tahun 1940an, jauh sebelum periode dimana komputer berkembang pesat. Tahun 1948, Turing memperkenalkan istilah “genetical or evolutionary search” dan tahun 1962 Bremermann melakukan eksperimen tentang “optimisasi melalui evolusi dan kombinasi ulang (optimization through evolution and recombination)” . Pada era tahun 1960an, tiga implementasi ide dasar ini dikembangkan masing-masing di tempat berlainan. Di Amerika, Fogel, Owens, dan Walsh memperkenalkan Evolutionary Programming, sedangkan Holland (juga di Amerika) menyebut metodenya sebagai Genetic Algorithm. Sementara itu di Jerman, Rechenberg dan Schwefel menemukan metode Evolution Strategies. Selama lima belas tahun berikutnya, metode tersebut dikembangkan secara terpisah, namun sejak awal tahun 1990an ketiganya dipandang sebagai tiga jenis representasi (dialek) dari satu teknologi yang diberi nama Evolutionary Computing. Di awal tahun 1990an juga bergabung dalam arus pemikiran ini suatu metode baru, yaitu Genetic Programming, yang dipelopori oleh Koza.

5.      Machine Learning (ML)
Machine Learning (ML) adalah ilmu cabang dari kecerdasan buatan yang mempelajari bagaimana caranya belajar dari data. Istilah Machine Learning sendiri cukup membingungkan atau misleading karena hampir tidak berhubungan dengan mesin apapun (kecuali diimplementasikan di robot). Mesin disini merujuk kepada algoritma atau program yang berjalan di komputer. Istilah lain yang biasa dipakai adalah Data Mining, Pattern Recognition, atau Knowledge Discovery.
contoh :
1. Bidang kedokteran: bagaimana mendeteksi penyakit seseorang dari gejala-gejala yang ada, atau deteksi apakah seseorang mengidap penyakit jantung dari rekaman elektrokardiogram, dan mencari tahu gen yang terlibat pada penyakit kanker.
2. Bidang computer vision: menemukan dan memberi label muka orang pada foto (seperti di facebook) atau face recognition, pengenalan tulisan tangan menjadi teks pada komputer atau handwriting recognition.
3. Bidang teks atau information retrieval: menerjemahkan bahasa menggunakan mesin atau machine translation, mengubah suara menjadi teks atau speech recognition, atau memisahkan email antara yang spam dan yang non-spam.

Minggu, 09 Oktober 2016

Expert System

Halo Semua,
Apa kabar semua? pastinya baik kan? sekarang saya akan membahas apa yang di maksud dengan Expert system? biar jelas langsung saja kita bahas, selamat membaca 
1. Definisi Expert System 
Expert System atau biasa yang di sebut dengan Sistem Pakar merupakan suatu sistem yang menggunakan pengetahuan manusia dalam komputer untuk memecahkan masalah yang biasanya dikerjakan oleh seorang pakar, misalnya : Dokter, Lawyer, Analist Keuangan, Tax Advisor. Sistem pakar dapat mendorong perhatian besar diantara ahli komputer dan spesialist informasi untuk mengembangkan sistem membantu manajer dan non manajer memecahkan masalah. Sistem Pakar terdiri dari 4 bagian yaitu:
a. User Interface
b. Knowledge Base
c. Inference Engine
d. Development Engine
2. Jenis-jenis Expert System 
Interpretasi : Menghasilkan deskripsi situasi berdasarkan data sensor.
Prediksi : Memperkirakan akibat yang mungkin dari situasi yang diberikan.
Diagnosis : Menyimpulkan kesalahan sistem berdasarkan gejala.
Design : Menyusun objek-objek berdasarkan kendala.
Planning : Merencanakan tindakan.
Monitoring : Membandingkan hasil pengamatan dengan proses perencanaan.
Debugging : Menentukan penyelesaian dari kesalahan sistem.
Reparasi : Melaksanakan rencana perbaikan.
Instruction : Diagnosis, debugging dan reparasi kelakuan pelajar.
Control : Diagnosis, debugging dan reparasi kelakuan sistem.
3. Komponen Expert System 
a. User Interface
User interface digunakan manajer untuk memasukkan instruksi dan informasi dari sistem. Metode input yang digunakan oleh manajer yaitu:
· Menu
· Command
· Natural Language
· Output Expert System memakai 2 bentuk penjelasan (explanation) :
· Explanation of Question
· Explanation of Problem Solution
b. Knowledge Base
Knowledge base terdiri dari fakta yang menggambarkan problem domain dan juga teknik penyajian yang menggunakan fakta sesuai logika.
Aturan(rules) merupakan rincian dalam situasi yang tidak berubah: Kondisi benar dan tidak benar, tindakan yang diambil bila kondisi benar.
c. Interface Engine
Inference Engine merupakan bagian dari Expert System yang membentuk Reasoning dengan menggunakan isi dari knowledge base dalam urutan tertentu.
Dua metode yang digunakan dalam Expert System untuk mengamati Rules, yaitu:
a. Penalaran ke depan (Forward) atau Forward Chaining.
b. Penalaran ke Belakang (Revierse) atau Backward Chaining.
d. Development Engine
Development Engine membangun Rule Set dengan pendekatan :
1. Bahasa Pemrograman (Programming Language).
2. Bagian Expert System (Expert System Shell)
Proses Pengembangan Sistem:
· Permulaan proses pengembangan
· Prototype pengembangan Expert system
· Partisipasi User
· Pemeliharaan Expert system
4. Keuntungan dan Kerugian Expert System
a. Keuntungan Expert system bagi manajer dan perusahaan:
a. Menyajikan lebih banyak alternatif.
b. Menerapkan logika tingkat tinggi.
c. Menyediakan waktu banyak untuk evaluasi hasil keputusan.
d. Memberi solusi yang lebih konsisten.
e. Membuat seorang bekerja seperti seorang ahli pakar.
f. Meningkatkan efisiensi kerja.
g. Meningkatkan kualitas pekerjaan.
h. Meningkatkan produktifitas sehingga dapa meningkatkan performance perusahaan.
i. Merupakan arsip yang sangat terpercaya.
j. Memperluas jangkauan.
k. Memelihara pengendalian terhadap knowledge perusahaan.
5. Manfaat dan Keterbatasan Expert System 
1. Manfaat Sistem Pakar
Mengapa Sistem Pakar menjadi sangat populer? Hal ini disebabkan oleh sangat banyaknya kemampuan dan manfaat yang diberikan oleh Sistem Pakar, di antaranya:

a. Meningkatkan output dan produktivitas, karena Sistem Pakar dapat bekerja lebih cepat dari manusia.
b. Meningkatkan kualitas, dengan memberi nasehat yang konsisten dan mengurangi kesalahan.
c. Mampu menangkap kepakaran yang sangat terbatas.
d. Dapat beroperasi di lingkungan yang berbahaya.
e. Memudahkan akses ke pengetahuan.
f. Handal. Sistem Pakar tidak pernah menjadi bosan dan kelelahan atau sakit. Sistem Pakar juga secara konsisten        melihat semua detil dan tidak akan melewatkan informasi yang relevan dan solusi yang potensial.
g. Meningkatkan kapabilitas sistem terkomputerisasi yang lain. Integrasi Sistem Pakar dengan sistem komputer lain  membuat lebih efektif, dan mencakup lebih banyak aplikasi .
h. Mampu bekerja dengan informasi yang tidak lengkap atau tidak pasti. Berbeda dengan sistem komputer  konvensional, Sistem Pakar dapat bekerja dengan inofrmasi yang tidak lengkap. Pengguna dapat merespon dengan:  “tidak tahu” atau “tidak yakin” pada satu atau lebih pertanyaan selama konsultasi, dan Sistem Pakar tetap akan    memberikan jawabannya.
i. Mampu menyediakan pelatihan. Pengguna pemula yang bekerja dengan Sistem Pakar akan menjadi lebih  berpengalaman. Fasilitas penjelas dapat berfungsi sebagai guru.
j. Meningkatkan kemampuan problem solving, karena mengambil sumber pengetahuan dari banyak pakar.
k. Meniadakan kebutuhan perangkat yang mahal.
l. Fleksibel.
2. Keterbatasan Sistem Pakar
Metodologi Sistem Pakar yang ada tidak selalu mudah, sederhana dan efektif. Berikut adalah keterbatasan yang menghambat perkembangan Sistem Pakar:
a. Pengetahuan yang hendak diambil tidak selalu tersedia.
b. Kepakaran sangat sulit diekstrak dari manusia.
c. Pendekatan oleh setiap pakar untuk suatu situasi atau problem bisa berbeda-beda, meskipun sama-sama benar.
d. Adalah sangat sulit bagi seorang pakar untuk mengabstraksi atau menjelaskan langkah mereka dalam menangani    masalah
e. Pengguna Sistem Pakar mempunyai batas kognitif alami, sehingga mungkin tidak bisa memanfaatkan sistem secara  maksimal.
f. Sistem Pakar bekerja baik untuk suatu bidang yang sempit.
g. Banyak pakar yang tidak mempunyai jalan untuk mencek apakah kesimpulan mereka benar dan masuk akal.
h. Istilah dan jargon yang dipakai oleh pakar dalam mengekspresikan fakta seringkali terbatas dan tidak mudah  dimengerti oleh orang lain.
i. Pengembangan Sistem Pakar seringkali membutuhkan perekayasa pengetahuan (knowledge engineer) yang langka  dan mahal.
j. Kurangnya rasa percaya pengguna menghalangi pemakaian Sistem Pakar.
k. Transfer pengetahuan dapat bersifat subyektif dan bias.
6. Aplikasi Expert System
Ada beberapa contoh aplikasi yang digunakan pada Expert System yaitu :
a. Adver
b. Brickwork expert(Bert) 
c. Delta 
d. Dendral
e. Mycin 
f. Opera
g. Prospector 
8. Heatings 

7. Kesimpulan :
Dari tulisan yang saya buat ini, saya dapat menarik kesimpulan bahwa Expert System atau yang biasa di sebut Sistem Pakar adalah Sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan para ahli.
Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan bahwa, secanggih apapun suatu sistem atau sebesar apapun basis pengetahuan yang dimiliki, tentu saja ada kelemahannya sebagai konsekuensi logis kelemahan manusia sebagai penyusun elemen-elemennya. Bahwa sistem tidak memlliki inisiatif untuk melakukan suatu tindakan diluar dari apa yang telah diprogramkan untuknya, kemungkinan terjadi kesalahan-kesalahan yang tidak disengaja (bugs), ketidak mampuan sistem mengotomasi semua proses atau sekedar mengindera proses tertentu memang menjadi kendala sekaligus tantangan bagi para pengembang IT kedepan.

Sumber :
- https://elhasbyblog.wordpress.com/kuliah-2/expert-system-sistem-pakar/
- https://birtandp.wordpress.com/tag/apa-itu-expert-system/

Tulisan di atas mengenai Expert System lalu mungkin juga masih banyak kurangnya jadi saya harap kalian menulis di kolom komen tentang tulisan yang saya buat, masukan dan krikitan akan selalu di terima terima kasih. 

Rabu, 25 November 2015

Makalah tentang Konflik Organisasi

      Konfilk Organisasi




Disusun oleh :   
·         Bayu Aji Pratama
·         Hamzah Ramadhan
·         Kemas Aziz
·         M. Anggi
·         Rr Farah Fadhilah K.
·         Usman Rachman

     Teori Organisasi Umum : Kelompok 5
     Kelas: 2KA14


KATA PENGANTAR


            Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya makalah ini dapat disusun dengan baik dan tepat pada waktunya.
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memberikan wawasan kepada teman-teman yang belum mengetahui lebih dalam tentang Konflik Organisasi
Kami berterima kasih kepada Ibu Lista Kuspriatni selaku dosen Teori Organisasi Umum  yang telah memberikan arahan dan bimbingan kepada kami dalam penyusunan makalah ini.
Kami sadar penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran guna meningkatkan kinerja penyusun agar menjadi lebih baik.
Kami berharap semoga makalah ini dapat memberi pengetahuan yang lebih mendalam tentang Konflik Organisasi,  dan dapat dipahami dengan mudah.     



Jakarta, 15 November 2015



          Tim Penyusun




DAFTAR ISI




I. PENDAHULUAN

1.1         Latar Belakang

Hampir setiap har kita menyaksikan,membaca, dan bahkan mungkin mengalami sendiri situasi konflik dengan berbagai akibatnya baik bagi diri sendiri, kelompok maupun organisasi. Aneka peristiwa yang terjadi pada organisasi sosial, politik, kebudayaan dan bisnis di sekitar kita dapat menjadi rujukan yang kaya dengan contoh-contoh konflik
Peristiwa unjuk rasa pekerja yang menuntut perbaikan nasib(sosial), kongres parpol yang gagal mengusung gubernur atau recycling DPRD dan parpolnya, pertikaian masalah kepemimpinan di perguruan tinggi, konflik mahasiswa dengan rektornya dan konflik di dalam Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) yang melahirkan masalah di balik terjadinya kredit macet di bank(bisnis) adalah sebagian kecil konflik yang ada di sekitar kita.

Kesemua contoh di atas bersumber dari berita-berita yang pernah dimuat secara terbuka oleh media massa. Berbagai situasi konflik yang lain yang tidak muncul ke permukaan atau tidak dipublikasikan ternyata lebih banyak. Dengan demikian, kiranya tidak salah jika dikatakan bahwa konflik adalah sesuatu yang selalu ada, dan tidak dapat dihindarkan dalam kehidupan kita termasuk kehidupan berorganisasi.

Pada makalah kali ini kami akan menguraikan hal-hal yang berkaitan dengan konflik.

1.2         Tujuan

Tujuan penyusunan makalah ini yaitu untuk melengkapi tugas dari mata kuliah Teori Organisasi Umum , penulis juga berharap makalah ini bisa dijadikan untuk bahan belajar khususnya tentang konflik. Selain itu penulis juga berharap makalah selanjutnya akan lebih baik lagi dari makalah-makalah sebelumnya.

1.3         Rumusan Masalah

1.    Pengertian Konflik
2.    Pandangan Terhadap Konflik
3.    Jenis-Jenis Konflik
4.    Sebab-Sebab Konflik
5.    Akibat-Akibat Konflik
6.    Proses Konflik
7.    Strategi dalam Manajemen Konflik
8.    Penerapan Strategi Penanganan Konflik




 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

II. PEMBAHASAN


2.1          Pengertian Konflik

Apakah yang dimaksud dengan konfik itu? Ada banyak defini yang di temui dalam berbagi literatur manajemn daan perilaku organisasi. Ada 2 definisi tentang konflik yaitu :

1.    Robbin (1991) menyatakan bahwa konflik sebagai “(Suatu proses dengan mana usaha yang dilakukan oleh A untuk mengimbangi usaha-usaha B dengan cara merintangi yang menyembutkan B frustasi dalam mencapai tujuan atau meningkatkan keinginannya).

2.    Albanase (1981) memberi rumusan pengertian konflik sebagai sebagai “(kondisi yang di persepsikan ada diantaranya pihak-pihak atau lebih merasakan adanya ketidaksesuaian tujuan dan (b) peluang untuk mencampuri usaha pencapaian tujuan pihak lain).

Dari kedua defini diatas sekiranya dapat dipahami bahwa konflik itu dasarnya adalah proses yang dinamis, dan keberadaannya lebih banyak menyangkut persepsi dari orang atau pihak yang mengalami dan merasakannya.

2.2         Pandangan Terhadap Konflik 

Meskipun konflik itu mengandung makna pertentangan atau ketidaksesuaian, ternyata pandangan para ahli tentang kedudukan dan peran konflik bagi kelompok dan organisasi pun bermacam-macam.

Ada 3 aliran dalam pandangan terhadap konflik, yaitu :

a.    Pandangan Tradisional : Salah satu aliran pemikiran menyatakan bahwa konflik itu harus dihindarkan, karena itu menunjukkan adanya kerusakan fungsi dalah kelompok .

b.    Pandangan Hubungan Kemanusiaan : menyatakan bahwa konflik adalah suatu yang alami dan merupakan hal yang tidak dapat di kesampingkan dalam setiap kelompok.

c.    Pandangan Paham interaksionis : menyatakan bahwa konflik tidak hanya dapat menjadi kekuatan yang positif di dalam kelompok, tapi justru mutlak perlu bagi kelompok agar dapat menghasilkan kinerja yang efektif.

 

 

2.3         Jenis – Jenis Konflik

Jenis –jenis konfik dibagi atau dibedakan dalam beberapa perspekti, yaitu :

a.    Konfik Intra Individu : yaitu konfik yang di hadapi atau di alami oleh individu dengan dirinya sendiri karena  adanya tekanan peran dan ekspektasi di luar yang berbeda dengan keinginan atau harapannya,

b.    Konflik Antar Individu : yaitu konflik yang terjadi antara individu yang berada dalam satu kelompok ataupun antara inividu yang berada di kelompok yang berbeda

c.    Konflik Antar Kelompok : yaitu konflik yang bersifat kolektif antara satu kelompok dengan kelompok yang lain

d.    Konflik Organisasi : yaitu konflik yang terjadi antar unit-unit organisasi yang dapat bersifat struktural dan fungsional

2.4         Sebab - Sebab Konflik

Sebab  - sebab terjadinya konflik ada bermacam-macam, yaitu :

(1). Saling bergantungan (Interdependence)

Saling bergantung dalam pekerjaan terjadi jika dua kelompok organisasi atau lebih saling membutuhkan satu sam lain dalam menyelesaikan tugasnya.

Ada 3 situasi saling bergantungan diantaranya, yaitu :

a.    Ketergantungan yang dikelompokan

Tiap – tiap  kelompok kerja sendiri-sendiri dan tidak memerlukan interaksi antara satu kelompok dengan kelompok lain.

b.    Ketergantungan yang berurutan

Penyelesaian tugas oleh kelompok yang satu akan menentukan pelaksanaan tugas oleh kelompok berikutnya.

c.    Ketergantungan  ttimbal balik

Situasi dimana keluaran (hasil kerja) dari kelompok yang satu menjadi masukan bagi kelompok yang lain.

(2). Perbedaan Tujuan

Perbedaan tujuan diantara berbagai kelompok atau unit (satuan) dalam organisasi.

(3). Akibat – Akibat Konflik

Perbedaan tujuan dapat disertai dengan presepsi yang berbeda tentang suatu realita, dan ketidaksepakatan terhadap penyebab realita itu akan menimbulkan konflik.

2.5         Akibat – Akibat Konflik

Secara Common sense konflik itu berkonotasi negatidf dan berakibat buruk bagi organisasi.  Karenanya, konflik perlu dihindari, dileyapkan dan dilawan.

 Secara spesifik, konflik memliki efekfungsional dan efek disfungsional. Konflik yang fungsional yang berdampak positif dan menguntungkan bagi efektifitas organisasi. Di lain pihak yang disfungsional adalah konflik yang berdampak destruktif dan merusak efektifitas organisasi.

Jadi disinilah pentingnya peranan para manajer atau pemimpin organisasi, yaitu pandai mengidentifikasi konflik dan menetapkan langkah yang tepat, pakah memelihara konflik atau menghilangkannya.

 

2.6         Proses Konflik

Seperti yang dikatakan di atas bahwa konflik adalah proses yang dinamis. Maksudnya, di dalam konflik terdapat urutan waktu dan serangkaian peristiwa. Ada bebrapa rangkaian tahap dalam suatu konflik, yaitu :

a.    Latent conflict : yaitu tahap munculnya faktor – faktor yang menjadi penyebab terjadinya konflik di dalam organisasi.

b.    Perceived conflict : yaitu tahap dimana salah satu pihak memandang pihak lain seperti akan menghambat atau mengancam pencapaian tujuan.

c.    Felt conflict : yaitu tahap dimana konfilk tidak hanya sekedar di pandang atau di anggap ada, tetapi benar-benar dirasakan dan di kenali keberadaannya.

d.    Manisfest conflict : yaitu tahap dimana suatu tertentu sudah di tunjukan sebagai pertanda adanya konfilk

e.    Conflict resolution : yaitu tahap diman konflik yang ada diselesaikan atau ditekan dengan berbagai macam cara dan pendekatan

f.     Conflict aftermath : yaitu tahap ini mewakili kondisi yang dihasilkan  oleh proses sebelumnya (penyelesaian konflik). Jika konflik benar benar telah terselesaikan, maka hal itu akan meningkatkan hubungan diantara program para organisasi.

2.7         Strategi Manajemen Konflik

Bagaimana konflik yang ada harus dikelola dengan baik supaya memberikan efek yang positif bagi orgamisasi. Adapun penanganannya seperti ini, yaitu :

a.    Kompetisi

b.    Kaloborasi

c.    Penghindaran

d.    Akomodasi

e.    Kompromi

2.8         Penerapan Strategi Penanganan Konflik

Perlu disadari bahwa tak ada satu pun dari strategi pendekatan konflik di atas yang cocok untuk semua konflik. Sebab, pada situasi konflik tertentu suatu strategi boleh jadi lebih tepat digunakan daripada strategi yang lain, atau satu pendekatan tertentu lebih cocok untuk suatu yang tertentu pula.  

III. PENUTUP

3.1         Kesimpulan dan Saran

 Dari Paparan atau penjelasan di atas, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa sesuai dengan makalah “Konfik Organisasi” kami menyimpulkan bahwa Kehadiran konflik dalam suatu organisasi tidak dapat dihindarkan tetapi hanya dapat diminimalisir. Konflik dalam organisasi dapat terjadi antara individu dengan individu, baik individu pimpinan maupun individu karyawan, konflik individu dengan kelompok maupun konflik antara kelompok tertentu dengan kelompok yang lain. Tidak semua konflik merugikan organisasi. Konflik yang ditata dan dikendalikan dengan baik dapat berujung pada keuntungan organisasi sebagai suatu kesatuan, sebaliknya apabila konflik tidak ditangani dengan baik serta mengalami eskalasi secara terbuka dapat merugikan kepentingan organisasi. Konflik dapat terjadi dalam organisasi apapun. Untuk itulah manajer atau pimpinan dalam organisasi harus mampu mengelola konflik yang terdapat dalam organisasi secara baik agar tujuan organisasi dapat tercapai tanpa hambatan-hambatan yang menciptakan terjadinya konflik.
Terdapat banyak cara dalam penanganan suatu konflik. Manajer atau pimpinan harus mampu mendiagnosis sumber konflik serta memilih strategi pengelolaan konflik yang sesuai sehingga diperoleh solusi tepat atas konflik tersebut. Dengan pola pengelolaan konflik yang baik maka akn diperoleh pengalaman dalam menangani berbagai macam konflik yang akan selalu terus terjadi dalam organisasi.
Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih fokus dan details dalam menjelaskan tentang makalah di atas dengan sumber - sumber yang lebih banyak yang tentunga dapat di pertanggung jawabkan.

Untuk saran bisa berisi kritik atau saran terhadap penulisan juga bisa untuk menanggapi terhadap kesimpulan dari bahasan makalah yang telah di jelaskan. Untuk bagian terakhir dari makalah adalah daftar pustaka. Pada kesempatan lain akan kami jelaskan tentang daftar pustaka makalah.